Ada Risiko Embargo Jika RI Impor Minyak Rusia, Sandiaga: Paling Tak Bisa Makan McD

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan Indonesia bisa memanfaatkan momentum perang Rusia dan Ukraina untuk mendapatkan minyak mentah dengan harga murah.

Ia menyebut Indonesia berpeluang mengimpor minyak dari Rusia dengan harga 30 persen lebih rendah ketimbang harga acuan minyak dunia di pasar internasional.

“Kalau buat teman-teman CEO master mind ambil enggak? Ambil.

Pak Presiden Joko Widodo alias Jokowi juga mikirnya sama.

Ambil,” katanya seperti dikutip dari video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, 20 Agustus 2022.

Meski demikian, Sandiaga mengakui tak banyak pihak setuju.

Musababnya, Indonesia akan berisiko menghadapi ancaman embargo dari Amerika Serikat.

“Ya biarin saja kalau diembargo, paling kita enggak bisa makan McDonlad.

Makan Baba Rafi-lah,” tutur dia.

Wacana mengimpor minyak Rusia sejatinya telah muncul sejak Maret lalu.

Rencana pembelian bahan bakar mentah itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam rapat bersama DPR.

Kala itu, Nicke mengatakan perseroan sedang menyiapkan proses pembelian secara business to business atau B to B.

Nicke menuturkan, selain dengan Kementerian Luar Negeri, perusahaan minyak negara berkoordinasi dengan Bank Indonesia.

Ia memastikan proses pembelian tersebut tidak akan menimbulkan persoalan politis sepanjang perusahaan yang bekerja sama dengan Pertamina tidak terkena sanksi.

Namun dua bulan kemudian, Pertamina mengumumkan batal membeli minyak mentah dari negeri beruang merah.

Perusahaan pelat merah itu beralasan stok BBM di dalam negeri mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Adapun Sandiaga menduga di tengah perang, Rusia mengambil keuntungan besar dari penjualan minyak mentahnya.

Rusia, kata dia, setiap harinya mengapalkan minyak dengan harga di bawah pasar dan keuntungannya US$ 6 miliar per hari.

“Cost of war kira-kira berapa? US$ 1 miliar, jadi Rusia profit setiap hari berpaa? US$ 5 miliar,” ujar dia.

Melihat itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut melanjutkan, Indonesia semestinya kudu pintar memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan harga minyak murah.

Salah satu negara yang sudah melakukannya adalah India.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *